belum saatnya memang saya berhenti dan merasakan kata cukup, namun mungkin sudah waktunya bagi saya merasakan kejenuhan untuk melakukan ini. menulis note untuk mereka yang diatas, walaupun akhirnya tak ada perubahan yang di saksikan akibat segala tulisan yang ada.jeleh bosen orang ngasi tau mereka, tapi ya bagaimana kepala batu hanya bisa dikalahkan kepala batu. dan itu bisa terjadi kalau sudah yang namanya berebutan jabatan to?
entah mengapa saya cukup sedih ketika makin seringnya acara-acara tv mengangkat segala kemiskinan yang ada di negeri ini. capek juga saya ndenger orang isinya ngeluh terus tentang susahnya hidup. awalnya saya mengira itu hanyalah mereka yang suka melebih-lebihkan keadaan. melihat acara di trans 7 mengenai nasi nelayan yang anya mendapatkan 10 ribu sehari, bayangin sepuluh ribu bisa untuk ngapain? dan ujung2nya dia malah menjadi buruh yang mengangkat2 hasil tangkapan nelayan lain.
belm lagi ketika saya di jogja pekan lalu, bgaimana seorang tuna netra terus mengeluh kepada saya tentang pengalamannya mendapatkan jamina kesehatan untuk rakyat miskin. dia mengeluhkan segala keadaan yang diatas yang justru mementingkan untuk mengemukkan dirinya dan berusaha berebutan kursi. tamba peliknya ketika semakin banyak organisasi2 yang anti korupsi yang menggambarkan semakin banyaknya praktik korupsi yang terjadi sekedar mengambil dana rakyat untuk kerumah sakit.
menurut saya belum pantas rasanya kita berkorupsi ria selama masih banyak orang menggali2 tempat sampah untuk makan. belum pantas ketika kita berusaha menggemukan rekening ketika di belahan lain semua harga naik dan rakyat kecil hanya berupah dibawah standard minimum. namun apa dikata, orang-orang seperti saya tak punya andil apa2 selain hanya mengkritik dan terus menulis. orang-orang seperti saya jatuh2nya adalah di asingkan karena tuduhan pencemaran nama baik. atau bahkan seperti majalah tempo baru2 ini, perkara gambar celengan langsung di adukan ke pihak berwajib.
dan untuk semasa hidup saya, saya yakin saya hanya bisa mendengar keluh kesah orang-orang menderita. dan semakin tambunnya seseorang setiap meraih kursi yang lebih tinggi. saya rasa sebelum ratu adil itu datang itulah yang bisa kita lihat. dan yang bisa saya lakukan hanya menulis.