
baru terbangun sejak malam tadi. hiberasi baru terlewati. secucur keringat membasahi tubuh meminta di bilas. sudah seminggu saya menahan kata-kata keluar. masih ada yang ingat tapi banyak juga yang telah terlupakan dan terkikis ombak waktu. banyak pengalaman dan pengetahuan terbaru yang masuk mengisi dan menambah isi otak saya.
masih teringat ketika minggu lalu saya berangkat ke solo. dan saya tidak akan menceritakan semuanya karena akan ada di koran, sampai tadi malam marley menyambut tengah malam. masih terlihat jelas kotoran matanya ketika ia menyambut. saya bersihkan sambil melepaskan rindu dengan marley... ada kali sejam gua main2 sama marley. . . buntutnya kibas2 dengan kencang, selagi gua diceritaiin nyokap kalau marley sempet ga makan dua ari...trus sisannya makannya cuma sedikit. trus denger juga kalau marley masih suka ngelongok ke pager depan rumah setiap hari. . . puncak keinget sama marley adalah ketika gua bertemu anjing kampung kecil yang masih sangat muda. namanya dino. dia tinggal di halaman depan lawang sewu. dan jangan paksa saya untuk bercerita tempat itu. dino kayaknya waktu itu menikmati elusan kepala yang sama yang saya berikan untuk marley.keliatan bangetlah dia enjoy.. saya elus-elus juga waktu itu badannya. dan saat itulah puncak2 saya kangen sama marley. tapi marley ga kaya dino, marley kalau tanggannya di pegang diem aja, kalau dino tangganya dipegang malah mundur2 dan pingin gigit. hehe maklum anjing kampung. pada saat sedang asik2nya ngelus2 mareley satpam lawangsewunya menebak kalau saya punya anjing di rumah. setelah saya mengiyakan, ia mengatakan nggak biasanya dino mau dipegang2 tapi diem nurut. hehehe. . . dan ketika menulis ini senang rasanya melihat marley tidur siang seperti biasanya: telentang.
waktu di jogja saya sempat melakukan pijat dengan tuna netra. yah sambil pijat niatnya dengerin lagu tapi malah diajak ngobrol. dari membicarakan sepeda sampai memicarakan presiden dari masa kemasa. membuktikan sebuah perkataan seseorang, ternyata benar kalau mereka masih lebih suka dipimpin dengan presiden ke 2 itu. banyaklah keuntungganya ktanya lebih sigap, apa2 murah dan banyak lagi lah. mungki yang pertama ini terlalu demokrasi. mendengarkan aspirasi kanan kiri. masuk pula kehati saya ketika dia menceritakan pengalamannya dilempar2 ketika berusaha meminta jaminan kesehatan agar biaya persalinan istrinya bisa dapat pengurangan. dan saya cukup kesal, mendengar semua itu. dia mengeluhkan segala birokrasi yang semuanya hruslah dibeli.
***
entah saya yang salah atau siapa pada kasus ini. yang jelas ketika seseorang membeli tiket kereta eksekutif tertera bahwa setiap penumpang dierkenankan untuk membawa barang bwaan di bawah 20 kilo. itulah yang membuat saya tidak ke kepala stasiun untuk perizinan seperti yang saya lakukan ketika perjalanan habis touring dari anyer. diatas sudah ada saja oknum2 yang mencium bau kertas merah. brengsek atau apa saya tidak mengerti yang jelas oknum di kereta eksekutif yang saya naiki(m) dari semarang menghampiri kami berempat dan mengatakan kata-kata bergomabal ria ber bangsat ria yang bertujuan meminta duit. masalahnya bukan duitnya ! tapi perasaan gua di tiket boleh. dan kalau tips pasti kita ngasih, ini malah bilang kita yang salah. entah mengapa nggak di kelas ekonomi sampai kelas eksekutif semuanya sama. masih teringat pula ketika pulang touring dari anyer saya melihat banyak sekali orang yang bayar di tempat. padahal harunya mereka bayar 5000 tapi cuma bayar 2000 sama penagih karcis. nggak peduli berdasi, berjas, atau cuma berkemeja, semuanya samalah. itu makanya korupsi di indonesia tidak bisa di hapus. lah wong budaya kok dihapus, ya harus ngapus semua oranngya juga lah.
***
thanks to: Jesus this time i really believe him, nyokap, mbah putri, semua keluarga lah, adrian, emir, aldi, Tante Nana, Om Max, Tnte Pingkan, Tnte Lisa, Tnte Faridz, Uncle Jo, Adi nugroho, Keluarga besar Felda, Keluarga besar bike to school semarang, bike to school, keluarganya adrian, Mas Rio, semua sponsor, om-om penjelajah nusantara karena boleh ikut nganter, wah banyak banget ni nggak enak kalau nggak nyebut satu2...tapi mau bgaimana. pokonya thx buat semua bentuk dukungannya semua yang sudah macem2lah dari memberi semangat sampai memberi cinta,,,haha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar