
aha akhirnya selesai juga memaca buku Pramoedya Ananta Toer yang berjudul Gadis Pantai.buku yang gau baca ini bukan buku yang pertama melainkan buku yang dicetak ulah pada tahun 1987 kepunyaan bokap gua.bercerita tentang seorang gdis 14 tahun yang tinggal di kampung nelayan. setelah itu setiap lembar yang menguning ini gua balik satu prsatu hampir setiap ari. sang gadis pantai rupa-rupanya hendak di nikakan dengan seorang bendoro yang tinggal di balik gedung yang mewah di kota sana. anak sekecil itu terus menangis mengetahui bahwa dirinya hendak berpisah dari orangtuanya. dengan bermaksud baik bentakkan sang ayah menyuruhnya diam dan bangkit dari tangisannya. bentakkan kasar sang ayah tak sedikitpun ia gubris, sudah sering ia dipukuli ayahnya yang sering menantang laut untuk mencari jagung. ibunya pun terus menghiburnya selama perjalanan menuju ruma sang bendoro.
***
kelak iapun menjadi mas nganten. sesuatu yang tak pernah ia impikann selama kecil, menggunakan pakain mewah dan belajar agama. namun dibalik semua itu ia tersiksa. tersiksa akan segala kewajiban yang ada, tersiksa akan lingkungan sekitar yang mengurung dan tersiksa karena tak mampu melepas rindu untuk bertemu orang tuanya. ia egitu dikagumi setelah dua tahun meinggat dari kampung nelayan. namun ia kecewa karena semuaya telah berubah. berubah karena ke hadiran dirinya. karna sekarang ia adalah seorang mas nganten. seorang bangsawan. semua warga kampung nelayan tahu diri. tak mau mendekat. dalam arti yang baik..
kadang kalau seseorang kita lihat telah berubah. sebenarnya blum tentu orang itu benar2 berubah. mungkin malah pandangan kita yang sejujurnya berubah kepada orang tersebut. banyak yang mampu membuat pandangan kita menjadi beruba terhadap orang. apakah rasa cemburu, rasa memiliki. semua itu mampu membuat kita menilai seseorang berubah. padahal orang itu tidak berubah. sama halnya seperti mas nganten yang sejujurnya lebih suka kalau orang masih melihatnya sama seperti dahulu.
selain itu masih ada juga yang bisa kita pelajari dari buku ini. antara lain masalah kesetiaan manusia jaman dulu kepada atasannya. sebuah pengabdian, yang menyerahkan hidup mereka dalam pengabdian itu. belum lagi masalah yang ada ketika kita sedang dalam keadaan susah, tapi disaat bersamaan kita harus memahami sikap orang lain yang sesungguhnya kita tak bisa tolerir.
ya pokoknya gua merasa senang sudah bisa baca buku ini.
nah foto yang ada ini, bukan sampul buku yang gua baca...gua search di google sampulanya kok gak ada yang sama. yaudahlah yang penting cerita da pengarangnya sama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar